Dalam kajian sosiologi ekonomi kontemporer, industri kreatif selalu menempati posisi yang unik. Hal ini di sebabkan karena ia beroperasi pada persimpangan antara nilai ekonomi, pengalaman subjektif, dan dinamika budaya. Berbeda dengan sektor ekonomi konvensional yang nilai produknya terutama ditentukan oleh fungsi utilitarian dan efisiensi teknis, industri kreatif justru menghasilkan nilai melalui pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi.
Dalam konteks ini, Michael Hutter melalui gagasannya tentang kejutan tak terbatas dan stabilisasi nilai, menawarkan kerangka analitis yang penting untuk memahami bagaimana produk-produk kreatif dapat memiliki nilai ekonomi yang relatif stabil meskipun bersandar pada pengalaman mental yang subjektif, tidak pasti, dan sering kali mengejutkan.
Hutter berangkat dari pengamatan bahwa terdapat kategori barang yang diminati bukan karena kegunaannya secara langsung, melainkan karena kemampuannya menghadirkan kebaruan dan kejutan dalam pengalaman konsumsi. Barang-barang semacam ini bukanlah fenomena baru dalam sejarah manusia, melainkan telah hadir sejak drama, epos, seni rupa, dan musik menjadi bagian dari kehidupan sosial.
Selengkapnya klik untuk baca:
Kreator: Anshar Aminullah