Membaca Pasar Melalui Asimetri Informasi : Kontribusi Pemikiran Elisabeth Gobel

2 minutes reading
Tuesday, 2 Jul 2024 08:26 0 1275 Anshar Aminullah
 

Dalam tradisi ekonomi neoklasik, pasar dipahami sebagai arena yang sepenuhnya transparan, di mana seluruh pelaku memiliki akses yang sama terhadap informasi yang relevan dan mampu mengolahnya secara rasional untuk menghasilkan kontrak yang sempurna.

Asumsi ini menempatkan pasar sebagai mekanisme koordinasi yang efisien, bebas dari hambatan informasi, serta mengabaikan berbagai biaya transaksi yang timbul dalam proses pencarian, pemrosesan, dan verifikasi informasi. Dalam kerangka ini, ketimpangan pengetahuan antarpelaku pasar nyaris tidak mendapat perhatian analitis.

Namun, asumsi tersebut menuai kritik luas karena dianggap jauh dari realitas sosial-ekonomi yang sesungguhnya. Seiring dengan berkembangnya ekonomi institusional dan ekonomi informasi, perhatian ilmiah mulai diarahkan pada persoalan informasi yang tidak merata di antara pelaku pasar.

Dalam konteks inilah konsep informasi asimetris menjadi penting, tidak hanya sebagai koreksi terhadap model neoklasik, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi analisis sosiologis tentang relasi kekuasaan, kepercayaan, dan ketidakpastian dalam interaksi ekonomi.

Dalam ekonomi neoklasik, pasar diasumsikan bersifat sepenuhnya transparan. Artinya, pada setiap saat seluruh pelaku pasar memiliki akses gratis terhadap semua informasi yang diperlukan dan mampu memprosesnya secara optimal untuk membuat keputusan rasional. Dalam kerangka ini, biaya transaksi khususnya biaya yang berkaitan dengan pencarian dan pengolahan informasi secara sistematis diabaikan.

Selengkapnya klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/69a28ee8c925c4542f745e22/membaca-pasar-melalui-asimetri-informasi-kontribusi-pemikran-olav-velthuis

Kreator: Anshar Aminullah

 

This will close in 2 seconds