(Catatan Kecil Jelang Muswil I ILUNI UI Sulsel)
Setelah beberapa bulan lamanya panitia pelaksana bergelut dengan berbagai dinamika, akhirnya Muswil di kali pertama bagi para alumni Universitas Indonesia wilayah Sulawesi Selatan ini akan berlangsung, dengar-dengar sih di 17 Oktober 2026 momentum tepatnya.
Semua bermula dari Group Whatsapp, dimana WAG ini menjadi ruang nostalgia yang berisi 518-an alumni dengan pengalaman emosional variatif yang sama sekali tidak akan tercantum dalam agenda resmi Musyawarah Wilayah kali ini.
Sejak jumlah anggotanya mencapai 518-an, jumlah ini adalah akumulasi dari kerja sigap para anggota group menginvite teman-teman dan kenalan yang terlintas di ingatannya pernah menjadi bagian dari kampus yang sangat identik dengan jaket kuning ini.
Percakapan menjadi makin ramai. Ada yang langsung menyapa teman seangkatan. Ada pula yang sibuk mencari nama teman kos. Dan mungkin saja, ada pribadi yang diam-diam menggulir daftar anggota, memastikan apakah nama seseorang yang dahulu membuatnya rajin ke kampus dengan tampilan semaksimal mungkin turut tercantum dalam daftar anggota grup, itu cuman dugaan, sekali lagi ini dugaan saja.
Semasa kuliah, sebagian dari kita mungkin menjadi langganan perjuangan hanya untuk mendapatkan nomor pager, nomor telepon rumah, atau yang lebih mutakhir nomor WhatsApp dan ID Instagram ataupun facebook seseorang. Dahulu, perjuangan itu berakhir pada kegembiraan kecil ketika nomor tersebut akhirnya mampu tercatat entah di buku telpon kecil yang bisa tersimpan di dompet ataukah tersave pada gawai masing-masing.
Kini, perjuangan serupa tampaknya berlanjut bukan hanya dalam bentuk menggulir daftar anggota grup, mencari nama yang dulu pernah menjadi bagian penting dari peta kenangan, tapi mencari siapa yang bakal bisa diajak mendukung calon ketua yang dianggap mumpuni memimpin dalam 3 tahun kedepan.
Oh iya, kita masih ingat pasti, bahwa di jaman kuliah dulu, menjadi mahasiswa Sulsel di Depok itu berarti telah berhasil masuk dalam kategori orang-orang dengan kemampuan matematika tingkat tinggi.
Alasan gokilnya sederhana, mereka tidak hanya mampu menghitung integral, mengerjakan statistik, dan menyelesaikan tugas laboratorium yang menumpuk dalam ruang akademik, mereka juga memiliki kemampuan menghitung sisa uang di dompet dengan presisi yang pas untuk harga makan siang di warteg bahari, ongkos perjalanan pulang-pergi, hingga memperkirakan berapa hari lagi kiriman dari kampung tiba atau kapan transfer beasiswa bulan berikutnya masuk. Namunpun demikian, lauk di piring boleh saja ala kadarnya, saldo di dompet dan ATM boleh mengkhawatirkan, tetapi mimpi harus tetap berada di level internasional, UI ini cess!

Dalam sepekan ini, kenangan dan perhatian kita mulai bergeser dari nomor telepon kepada nomor urut calon ketua, gagasan program kerja, serta masa depan organisasi yang berada di tangan mereka setelah terpilih. Ruang yang semula diisi kenangan perlahan mulai diwarnai oleh diskusi, harapan, dan pertanyaan tentang arah organisasi.
Grup WhatsApp yang berisi ratusan alumni ini telah mampu mempertemukan kembali orang-orang dengan pengalaman, profesi, pengetahuan, serta jaringan profesional yang lebih luas. Ada potensi besar yang sesungguhnya dapat dibangun dari pertemuan bernama ikatan alumni ini yang tidak berhenti pada nostalgia, melainkan diharapkan berkembang menjadi jalinan kerja sama dan pertukaran gagasan demi kebaikan Sulawesi Selatan hari ini, esok dan yang akan datang.
“Mantan idola” yang selalu terbayang setiap kali menyusuri jalan Kukusan–Teknik, atau sepanjang ruas kenangan di Margonda, kini mungkin sudah menemukan teman hidupnya, namun kenangan itu justru akan menjadi pemicu bernostalgia menjadi lebih asyik di Muswil ini. Dan pada akhirnya, kita juga akan menemukan alasan untuk berkumpul kembali.
Biarkanlah kenangan tetap menjadi cerita lalu di Depok. Sulawesi Selatan kini membutuhkan lebih dari sekadar 518-an anggota grup WhatsApp ini; ia membutuhkan lebih 518 orang yang bersedia menyumbangkan pikiran dan bekerja bersama untuk mengarahkan energi kolektif alumni.
Usia kita boleh bertambah, gelar kita pun boleh berderet, tetapi memori masa kuliah kadang masih menyimpan arsip yang lebih lengkap daripada Dinas Arsip dan Perpustakaan. Dan sekarang, ada 5 calon yang akan menjadi pilihan kita semua buat memimpin ILUNI UI Sulsel ini, calon pilihan kamu sudah ada khan??
Selamat Bermuswil kawan-kawan ILUNI UI Sulsel!
