Perdebatan mengenai keberlanjutan dan kapasitas adaptif negara kesejahteraan dalam kapitalisme kontemporer semakin mengemuka seiring dengan perubahan struktural yang ditandai oleh kemajuan teknologi, transformasi demografis, dan integrasi ekonomi global. Dalam konteks ini, Herbert Kitschelt menyoroti bahwa stabilitas institusional tidak secara otomatis menjamin keberlanjutan kinerja sosial-ekonomi suatu rezim kesejahteraan. Bahkan dalam konfigurasi politik yang relatif mapan, dinamika eksternal dapat menggeser hasil distribusi, tingkat kesempatan kerja, serta keseimbangan fiskal.
Dengan demikian, pertanyaan utama bukan lagi apakah institusi bertahan, melainkan sejauh mana institusi tersebut mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan struktural baru tanpa kehilangan legitimasi politiknya.
Berangkat dari kerangka varieties of capitalism, Kitschelt menunjukkan bahwa setiap model kapitalisme menghadapi batasan struktural dalam memenuhi tiga tujuan normatif demokrasi pasca-industri: pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja penuh, kesetaraan distribusi, serta stabilitas fiskal. Mengacu pada konsep trilemma, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun model yang mampu mengoptimalkan ketiganya secara simultan.
Selengkapnya klik untuk baca:
Kreator: Anshar Aminullah
