Pada prinsipnya, di setiap kota mengalami sebuah histori pertumbuhan dan perkembangan sehingga menjelma menjadi sebuah kota besar. Proses terbentuknya menjadi kota tak bisa dipungkiri tidak bisa terlepas dari segala aktivis dalam berbagai aspek pada manusia itu sendiri. Kota dapat dilihat dalam sisi sebagai gaya hidup, yang memungkinkan para penduduknya bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang asing serta mengalami berbagai perubahan dan perkembangan pesat, termasuk perubahan mobilitas sosial.
Beberapa aspek struktur sosial kota yang dapat diperinci dalam beberapa gejala menurut
Daldjoeni antara lain : Pertama, Heterogenitas sosial. Kepadatan penduduk mendorong
terjadinya persaingan dalam pemanfaatan ruang. Manusia kadangkala dalam bertindak memilih-milih hal yang paling menguntungkan baginya, sehingga tercapai spesialisasi.
Dalam upaya keberhasilan kapilaritas sosial (membuat karier), orang mengurangi khususnya jumlah anaknya dalam internal keluarganya. Kota juga menjadi melting pot untuk aneka suku maupun ras. Masing-masing minoritas ada kecenderungan untuk mempertahankan diri dengan memelihara jumlah anak yang banyak untuk tidak hilang terdesak .
Selengkapnya klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/65d7630fc57afb1eaa164662/pemikiran-jw-schoorl-tentang-kota-dan-perubahan-sosial
Kreator: Anshar Aminullah
