Perjumpaan pemikiran David Harvey dan Jens Beckert sesungguhnya membuka jalan lahirnya sebuah konsep baru mengenai bagaimana kapitalisme kontemporer bekerja bukan hanya melalui produksi barang dan percepatan sirkulasi modal, tetapi juga melalui percepatan produksi makna.
Jika pemikiran Harvey menjelaskan bahwa kapitalisme postmodern menciptakan time-space compression, yakni percepatan ruang dan waktu akibat akumulasi fleksibel, maka Beckert menunjukkan bahwa pasar modern bertahan karena adanya konstruksi makna intersubjektif yang menciptakan confidence terhadap masa depan nilai sebuah objek.
Jika kedua pemikiran ini dipertemukan, tampak bahwa kapitalisme global hari ini tidak lagi semata-mata mengompresi ruang dan waktu, melainkan juga mengompresi makna sosial ke dalam bentuk simbolik yang dapat dipertukarkan secara cepat di pasar.
Komparasi dari kedua pemikiran ini kemudian bisa melahirkan konsep “Symbolic Compression of Value” (SCV), pemadatan nilai secara simbolik yaitu suatu kondisi ketika nilai ekonomi diproduksi melalui percepatan sirkulasi simbol, narasi, reputasi, dan ekspektasi kolektif dalam ruang kapitalisme digital yang sangat cair.
Dalam kerangka ini, kapitalisme postmodern tidak lagi bertumpu terutama pada produksi utilitas material sebagaimana dalam Fordisme klasik, melainkan pada produksi persepsi mengenai masa depan nilai. Harvey telah menunjukkan bahwa krisis overakumulasi memaksa kapitalisme mencari bentuk akumulasi baru yang fleksibel dan sangat bergantung pada kecepatan sirkulasi modal.
Selengkapnya klik untuk baca:
Kreator: Anshar Aminullah