Dalam sebuah gagasannya, Claude Fischer sendiri menambahkan suatu ‘rumusan baru’ dari ‘urbanism as a way of life”, yang mendekati model yang melihat faktor-faktor sosial sebagai determinan terpenting dari cara hidup kekotaan. Di dalam rumusan baru itu diketengahkannya, bahwa kota-kota itu merupakan tempat yang subur di mana banyak sub kultur yang berbeda-beda dan sehat, dapat berkembang biak. Sebab di kota-kota itu, karena bermacam-macam sebab, timbul berbagai-bagai kelompok dan golongan.
Pertama, ada pembagian kerja dan spesialisasi yang tegas. Kedua. orang dari berbagai kebudayaan tertarik ke kota. Lagipula susunan demografi kota itu sering tidak seimbang. Adanya dan berkembangnya banyak sub kultur itu membawa perbedaan cara hidup dengan di pedesaan.
Berkembangnya bermacam-macam kelompok dan golongan itu menimbulkan dua proses yang akibatnya berlawanan, yaitu: intensifikasi subkultur dan difusi kebudayaan. Sebab kota-kota itu memberi kesempatan yang baik untuk penvebaran anasir-anasir kebudayaan, sehingga terjadi persamaan di samping perbedaan.
Selengkapnya klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/67d9315cc925c46ced48b372/urbanisme-sebagai-cara-hidup
Kreator: Anshar Aminullah