Studi mengenai arsitektur ekonomi global dan struktur organisasi domestik sering kali terjebak dalam dikotomi yang memisahkan antara dinamika makro-politik internasional dan hubungan mikro-sosial antar-perusahaan. Neil Fligstein menawarkan sebuah lensa sosiologi ekonomi yang melihat pasar internasional bukan sekadar sebagai arena pertukaran tanpa wajah, melainkan sebagai sebuah medan organisasi (organizational field) yang membutuhkan infrastruktur sosial, hukum, dan kelembagaan yang kokoh untuk dapat berfungsi secara stabil.
Di sisi lain, Mark Granovetter membawa fokus analisis pada bentuk “kelompok bisnis” (business groups), yaitu kumpulan perusahaan mandiri secara hukum yang terikat bersama melalui jaringan formal maupun informal yang persisten. Menatukan kedua konsep ini membuka cakrawala baru untuk memahami bagaimana integrasi pasar global memengaruhi, dan sebaliknya dipengaruhi oleh, jalinan organisasi sosial di tingkat domestik maupun supranational.
Fligstein berargumen bahwa dalam sosiologi pasar, sebuah pasar yang stabil membutuhkan empat pilar kelembagaan utama: hak milik (property rights), struktur tata kelola (governance structures), aturan pertukaran (rules of exchange), dan konsepsi kendali (conceptions of control).
Selengkapnya klik untuk baca:
Kreator: Anshar Aminullah