Wednesday, 29 Jul 2026

Rekonfigurasi Nilai–Kerja Terplatformisasi: Algoritmisasi Kerja, Ekstraksi Nilai, dan Konsentrasi Kekuasaan Platform

2 minutes reading
Friday, 19 Jul 2024 03:02 0 1313 Anshar Aminullah
 

Revolusi digital sering kali dipahami oleh khalayak sebagai perubahan teknologi yang ditandai oleh hadirnya internet, kecerdasan buatan, otomatisasi, komputasi awan, algoritma, serta perangkat digital yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jika pemikiran dari Steve P. Vallas dan Anne Kovalainen dalam Taking Stock of the Digital Revolution dipertemukan dengan konsep dari Martin Kenney dan John Zysman dalam Work and Value Creation in the Platform Economy, revolusi digital sesungguhnya tidak dapat dipahami hanya sebagai sebuah revolusi teknologi semata. Ia adalah transformasi yang jauh lebih mendasar terhadap arsitektur sosial ekonomi kapitalisme, khususnya terhadap cara kerja diorganisasikan dan cara nilai diciptakan.

Digitalisasi tidak hanya menghadirkan mesin baru, tetapi menciptakan infrastruktur baru yang memungkinkan kerja dipecah menjadi bagian-bagian kecil, dipindahkan melintasi ruang, dihubungkan melalui platform, dikendalikan melalui algoritma, dan dikonversi menjadi sumber nilai dalam berbagai bentuk. Sehingga perubahan utama yang sedang berlangsung bukan sekadar hilangnya pekerjaan lama atau munculnya pekerjaan baru, melainkan rekonfigurasi hubungan antara kerja, pekerja, teknologi, pasar, institusi, dan penciptaan nilai.

Dalam perspektif yang mengacu pada kedua pemikiran ini, maka dapat dirumuskan sebuah konsep baru yang disebut Platformized Value–Labor Reconfiguration (PVLR) atau Rekonfigurasi Nilai–Kerja Terplatformisasi. Konsep ini berangkat dari gagasan bahwa platform digital telah menjadi infrastruktur baru yang secara simultan mengubah dua hal yang selama ini sering dianalisis secara terpisah, yaitu organisasi kerja dan proses penciptaan nilai. Vallas dan Kovalainen memperlihatkan bahwa revolusi digital memperluas bentuk-bentuk pekerjaan nonstandar, memperlemah batas tradisional antara pekerja dan perusahaan, serta melahirkan bentuk-bentuk kontrol baru melalui algoritma dan sistem digital.

Sementara itu, Kenney dan Zysman menunjukkan bahwa platform bukan hanya tempat berlangsungnya transaksi, tetapi ekosistem luas yang mencakup pekerja inti perusahaan platform, kontraktor, pekerja yang dimediasi platform, produsen konten, pengembang aplikasi, penjual, hingga pengguna yang menghasilkan konten tanpa kompensasi langsung. Ketika dua perspektif ini disatukan, terlihat bahwa platform bukan sekadar mediator antara permintaan dan penawaran, melainkan mesin reorganisasi yang mengubah sekaligus struktur kerja dan struktur nilai.

Selengkapnya llik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/6a5bcd70ed641565c63f4c02/rekonfigurasi-nilai-kerja-terplatformisasi-algoritmisasi-kerja-ekstraksi-nilai-dan-konsentrasi-kekuasaan-platform

Kreator: Anshar Aminullah

 

This will close in 2 seconds