Kemajuan teknologi digital saat ini tidak hanya menawarkan kemudahan juga telah menjadi ancaman tersendiri bagi psikologi dan tumbuh kembang anak.
Melimpahnya hiburan dalam bentuk game dan video di smartphone mestinya juga memunculkan kekwatiran tersendiri bagi para orang tua yang mungkin dalam kondisi tertentu sulit untuk mengontrol akses anak-anak. Mereka secara terpisah, meskipun fitur “Kontrol akses dan ijinkan fitur untuk anak” tetap disediakan oleh google maupun Apple.
Tentu peran dari para orang tua tetap menjadi yang paling pertama dalam hal mengarahkan ruang digital anak ini. Jam penggunaan smartphone atau tablet wajib dilakukan.
Sebab jika tidak, para anak cenderung akan kebablasan dalam menggunakan gawai di tangan mereka. Ini persoalan pembiasaan kontrol saja. Mainan alternatif non digital bisa menjadi pilihan agar anak bisa memiliki kesibukan lain yang jauh lebih aman dan bagus bagi perkembangan psikis dan otak mereka.
Di beberapa diskusi ringan dengan psikolog anak, maraknya anak yang telah mengalami keca nduan gadget te ntu mennjadi pekerjaan berat untuk mengantisipasinya. Namun bukan berarti terlambat, Pemerintah mestinya bisa lebih gencar lagi menyiapkan ruang digital yang ramah khususnya di sekolah, salah satunya dengan menyiapkan perpustakaan digital dan mendorong minat baca anak.
Hal ini tentu bisa. Menjadi solusi yang cukup efektif dalam meminimalisir dampak negatif dari anak-anak yang telah. Mengalami kecanduan bermain gadget.
Pernyataan ini juga telah dimuat lebih awal di media :
https://rri.co.id/features/1893802/gotong-royong-wujudkan-ruang-digital-ramah-anak
