Trend politik kita secara nasional di Pileg, Pilgub dan Pilbup/Pilwali 2024 kemarin memang melahirkan banyak politisi-politisi yang tergolong masih sangat muda duduk di DPR, DPRD bahkan di level eksekutif Kabupaten maupun propinsi.
Terlepas dari berbagai macam dinamika yang kurang sehat dalam proses demokrasi kita mulai dari tingginya tingkat money politik, tekanan dari beberapa elemen negara yang mampu merubah pilihan politik seseorang, namun tetap saja keterpilihan mereka perlu kita apresiasi sebagai representasi pilihan rakyat.
Memberikan kesempatan bagi yang lebih muda itu penting sebagai upaya regenerasi. Meskipun tetap saja catatan bernama track record aktivitas organisasi dan reputasi akhlak dan moral baik semasa mahasiswa maupun semasa menjadi pengurus parpol tetap menjadi salah satu hal utama. Tentu akan ada resiko di dalamnya, namun itu adalah konsekwensi yang harus di jalani.
Di Kabupaten Gowa misalnya. Dengan predikat sebagai ketua DPRD termuda di Sulsel, mungkin ini akan jadi catatan unik tersendiri jika itu mengacu pada kategori usia. Posisi ketua DPRD yang selama ini diduduki oleh kelompok usia 40an ke atas, mengalami pergeseran di tahun ini.
Namun yang jadi catatan penting bahwa melimpahnya sumber informasi dan sumber mengakses berbagai macam ilmu pengetahuan melalui internet, belum bisa kita setarakan dengan jaminan kualitas dalam melahirkan ide dan gagasan untuk rakyat dan kematangan dalam bertindak yang di istilahkan sebagai pengalaman.

Pengalaman ini sangat berpengaruh dalam menjalani dinamika kelembagaan di DPRD Gowa dan dalam disetiap melahirkan keputusan berkualitas.
Meskipun nitizen di dunia berbagai platform media sosial cukup menyoroti dari kualitas tata bahasa serta gaya retoriknya yang cukup banyak mendapat cibiran di kolom komentar dari sebuah unggahan akun di beberapa sosmed.
Tapi kita berharap dalam perjalanan waktu para legislatif muda kita ini khususnya pada posisi ketuanya, bisa selalu mengupgrade diri untuk kebaikan masyarakat kita, bukan hanya sekedar record termuda. Kita tetap optimis amanah ini bisa dijalankan dengan baik.
Mungkin sudah saatnya kita memberikan kesempatan bagi yang paling muda untuk menuliskan sejarah pengabdiannya pada kapasitas sebagai ketua DPRD Kabupaten.
Note : Narasi di atas adalah bagian dari beberapa part wawancara dengan salah satu media online nasional yang terpending publishnya dengan beberapa pertimbangan internal media ybs .
