Urbanisme, Tata Kehidupan Kota dan Way Of Life

1 minutes reading
Tuesday, 2 Jul 2024 07:00 0 1276 Anshar Aminullah
 

Kapitalisme mau tak mau akan tetap memerlukan urbanisasi guna menyerap nilai lebih yang dibawa oleh para migran, buruh dan karyawan. Hukum “coercive laws of competition” dengan kata lain persaingan antar pemilik perusahaan di perkotaan menyerap setiap individu untuk menjadi kaum urban yang baru dengan nilai tenaga kerja yang tetap murah demi menghasilkan produksi yang tetap massif sehingga menghasilkan nilai lebih khususnya bagi para pengusaha dan boss perusahaan di wilayah perkotaan.

David Harvey mengungkapkan  argumennya bahwa urbanisasi selalu muncul menjadi fenomena klas, karena pertumbuhan kota pasti dihasilkan dari “surplus value” (nilai lebih) para pekerja yang menghidupkan ekonomi kota. Pertumbuhan kota erat kaitannya dengan isu klas mengingat distribusi kekayaaan yang semakin terekstraksi dengan kaum elit, persis ketika rezim kesejahteraan dan kekuasaan berpusat pada oligarki keagamaan pada zaman pertengahan.

Beberapa anasir yang menjadi ciri tata kehidupan kota diambilnya dari kelas sosial-ekonomi yang paling rendah seperti desorganisasi sosial sedang anasir-anasir lain diambilnya dari sifat-sifat elit kota seperti rasionalitas dan ini semua kemudian dihimpun menjadi satu generalisasi tentang tata kehidupan kota.

Selengkapnya klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/67d9302934777c66a55a5632/urbanisme-dan-tata-kehidupan-kota

Kreator: Anshar Aminullah