Wawancara RRI Pro 1 Aksi Penjarahan & Perusakan Yang Dilakukan Massa Saat Demonstrasi

2 minutes reading
Monday, 1 Sep 2025 14:48 0 1449 Anshar Aminullah
 

Wawancara RRI ini pada Senin 1 September 2025 tentang penjarahan pada rumah pejabat dan Perusakan fasilitas dan kantor oleh Massa pada aksi demonstrasi

AUDIO VIDEO WAWANCARA

 

Tampilan hidup dalam kemewahan para oknum pejabat kita, sementara rakyat saat ini tengah menghadapi kesulitan ekonomi, jadi sangat wajar ketika kemarahan sosial memuncak dan akhirnya meledak.

Penjarahan yang dilakukan di rumah pejabat yang memicu kemarahan publik ini menjadi simbolisasi protes khalayak, dan bukan hanya sekadar menjarah harta di dalam rumah, tapi ini cenderung sebagai bentuk menghukum moral pejabat yang punya gaji besar namun merasa belum cukup, dan kemarahan ini juga sebagai simbol atas ketidakadilan selama ini.

Meskipun sangat kita sayangkan dampak lain berupa Sayangnya, reaksi kekerasan baru yang mengenai bangunan pemerintah yang habis dilalap api, juga warga biasa yang akhirnya menjadi korban yang tak bersalah di Makassar, nama- nama seperti Affan, Abay, Sarina, Saiful, Budi dan yang terakhir Dandi adalah orang-orang yang akhirnya terimbas atas aksi tak terkendali ini.

Kemarahan massif ini terhadap kesenjangan sosial-ekonomi, pada ketidakadilan struktural dan bentuk perlawanan terhadap lapisan elit yang terkikis kepercayaan politiknya dari rakyat.

Namun, masalah terbesarnya memang tetap saja saat kemarahan sosial itu yang cenderung kurang tepat sasaran dan tidak terkendali sehingga berdampak pada hangusnya gedung DPRD dan beberapa kantor instansi dan kantor kepolisian, juga jatuhnya korban sipil, warga yang tidak punya kuasa atas kebijakan.

Tapi inilah konsekwensi dan sekaligus paradoks dalam gerakan aksi beberapa hari iniada semangat melawan ketidakadilan, tapi ekspresinya justru menciptakan ketidakadilan baru.

 

 

 

This will close in 2 seconds