Model stratifikasi feminis dalam produksi sosial mengemukakan kritik langsung atas pandangan fungsionalis struktural mengenai masyarakat yang tersusun dari lembaga dan peran yang terpisah dan khusus, meski saling berhubungan.
Teori feminis berpendapat bahwa pandangan ini tidak berlaku umum, tetapi melukiskan pengalaman posisi yang menguntungkan kelompok mapan tertentu-kulit putih, lelaki, kelas atas dan orang dewasa. Riset feminis menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok nondominan lainnya tidak mengalami kehidupan sosial sebagai gerakan di antara peran-peran yang terpisah.
Sebaliknya, mereka terlibat dalam upaya menyeimbangkan sebuah peran, sebuah penggabungan orientasi dan kepentingan yang berkaitan dengan peran. Melalui penggabungan ini, mereka terlibat dalam upaya mengaitkan institusi-institusi sosial.
Selengkapnya klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ansharaminullah/65d0460fde948f61a80c0cc2/tatanan-sosial-makro-dan-mikro-konsep-feminisme
Kreator: Anshar Aminullah
