
Pemuda kita sekarang ini nyaris tercerabut dari akar budayanya. Sikap dan perilaku berbasis kearifan lokal, sebuah karakteristik jiwa dalam konstruksi kebudayaan milik bangsa kita yang masih orisinil.
Ini meredup berbarengan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang manguasai hampir di seluruh segmen kehidupan kita. Proses interaksi sikap mental para generasi muda kita, idealnya menjadikan kearifan lokal sebagai penyeimbang dalam posisi mereka sebagai user atau pengguna garis keras dalam kemajuan Iptek sekarang ini.
Meski generasi muda kita sekarang ini tak sedikit sebagai golongan yang melek teknologi, tetapi tetap saja realitanya itu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Mereka kebanyakan sebagai followers pada kemajuan IT, bukan sebagai inisiator, maupun inovator.
Bisa dibayangkan seperti apa generasi kita ke depan, akar budaya di ujung tanduk, belum sepenuhnya mampu melahirkan hal-hal baru di era dengan istilah keren industri 5.0 ini. Bangsa kita akan sulit menuju sebuah ‘peradaban’. Stagnan, bahkan berpotensi menuju kemunduran.
Namun, kita tak boleh pesimis dengan kondisi sekarang ini. Selalu banyak jalan alternatif menyelamatkan generasi. Kita bisa memulai dengan memassifkan ruang ‘kompetitif dari usia sekolah hingga kuliah. Era pandemi ini secara tak langsung, memberikan efek positif di antara sekian banyak dampak negatifnya.
Kemampuan survive kita justru semakin terasah di masa sulit seperti sekarang ini. Jika kemampuan survive ini didorong oleh pemerintah dengan mengintenskan pelatihan di berbagai bidang, mengeksplorasi skill dan riset-riset kaum muda yang mungkin tak tersentuh oleh karena terkendala pembiayaan.
Berbanding lurus dengan hal tersebut, hadirnya persaingan ataukah kompetisi yang sehat di antara mereka juga akan tercipta. Suasana kompetitif ini yang nantinya sisa diarahkan menjadi sebuah kolaboratif antar segmen inovasi.
Ini menjadi sinyalemen bagus bagi masa depan bangsa ini. Sebab tak cuma skill, inovasi dan motivasi kuat yang bisa didapatkan, namun gambaran cerahnya kehidupan generasi yang akan datang sudah terprediksi kuat. Dan yang tak kalah menarik adalah, bangsa Indonesia akan hadir sebagai sebuah kekuatan baru dalam panggung peradaban dunia.
Selamat hari Sumpah Pemuda!!!
Artikel ini lebih awal terbit dan dipublikasikan ulang di website pribadi untuk keperluan dokumentasi pemikiran dan arsip penulis di media :
https://bukamatanews.id/kolom/view/dari-kultur-kompetitif-ke-kolaboratif